Touring Jogja – Indramayu, Adu tangguh Satria 150, Vega R 110, dan Mio Soul 115


Halo semuanya… pa kabar?
hoho… merconers… kali ini saya mau berbagi pengalaman seputar touring saya ber enam orang dengan 3 motor berbeda yaitu Suzuki Satria fu 150 thn 2009, Yamaha Vega R 110 thn 2005, dan Yamaha Mio Soul 115 thn 2009. tujuan saya touring ini sebenarnya cuma observasi perjalanan sepanjang Jogja – Indramayu karena nantinya KOPAJA (KOmunitas PAnglima JogjakartA) akan melewati jalan ini lagi, oleh karena itu, tim observasi KOPAJA yang beranggotakan saya dan 5 teman saya melakukan survey jalanan sebelum 20 orang teman saya melakukan touringyang sebenarnya…

okeh, langsung saja lah…
nah, untuk perjalanan ini, satria dan vega masih murni standar pabrikan, alias belum sedikitpun dimodif. sedangkan mio soul ada penambahan klakson mobil, dan lampu tambahan warna biru diatas ban belakang. untuk kilometernya satria = 8878, vega = 54.045 dan mio soul = 6472 km. info lagi, untuk satria dinaiki bobot
seberat 130 kg, saya sendiri menaiki vega dan dinaiki bobot seberat 110 kg, dan mio soul juga seberat 110 kg (Perkiraan saya)

Ni dia motor kami

Kalo ini udah sampai wates

Kami mulai start jam 5 pagi dari malioboro jogjakarta, dengan kecepatan 60 – 80 km. Begitu sampai kota kebumen, Masalah mulai terjadi pada mio soul saat perjalanan baru berjalan 2 jam sejauh 100 km, lampu tambahan diatas ban belakang jatuh dan mencair di knalpot mio soul, saking panasnya tuh. kami pun memutus kabel dari lampu tersebut. yang punya motor langsung cemberut,xixixi…

Di etape 2 sampai kota wangon dan etape 3 ke kota Prupuk lewat bumiayu sama sekali tidak ada hambatan lagi kecuali banyaknya bis kejar setoran dan hujan deras di bumiayu. saat etape 4 yaitu prupuk – indramayu lewat pantura, kami memacu mesin dengan kecepatan tinggi dan rata2 kecepatan motor kami mencapai 90 km/jam. disinilah kami balapan, edan memang, tapi jalanan memang sepi banget kok…

Di Pantura ini, satria melesat di depan dan semakin di depan…( seperti slogan yamaha, xixixi…) teman saya mengaku sampai 115 km/jam, kemudian di belakangnya mio soul dengan kecepatan hingga 105 km/jam, sedangkan vega yang saya setir hanya mampu melesat mentok di 90 km/jam (hiks…). disinilah ada masalah lagi pada mio soul, yaitu knalpotnya batuk batuk dan berbunyi seperti letusan mercon… xixixi…

Sampai Kadipaten

Sampai Majalengka

Etape 5, dari kota indramayu ke desa haurgeulis memakan waktu 2 jam,kami tiba di tujuan dengan selamat dan total jarak yang kami tempuh mencapai 435 km.

Esoknya kita bersiap lagi untuk perjalanan balik ke jogja, siap dengan laporan kami kepada ketua KOPAJA tentang perjalanan. saya menaiki motor yang sama, yaitu vega. saat kami mencapai etape 3, yaitu prupuk – wangon, terjadi masalah dengan masing2 motor. Ban depan satria kempes di prupuk, kemudian ban Vega lebih parah, kempes ban belakang sekaligus ausnya ban belakang, lalu mio soul yang paling parah, akinya konslet dan klakson mobilnya terbakar… sehingga tidak bisa starter tangan dan sein. apes banget dah…

Saat Masalah

Perjalanan etape terakhir yaitu gombong – jogja yang paling berat, jarak sejauh 180 km kami jalani saat jam menunjukan jam 20.05 malam. Saat memasuki daerah kebumen, kami diterpa badai selama hampir satu jam…(kena banjir lagi, sampai mobil dan Minibus Mogok). kami pun memasuki daerah jogja, jalanan gelap (saya sendiri hampir kecelakaan… hiii) dan begitu sampai di rumah, kami mengecek kendaraan kami. kotor banget bro… lagi2 mio soul kena masalah, pelek belakangnya penyok, berbentuk sedikit lonjong. jam menunjukan pukul 23.50 malam.

Tiba Di Jogja

Kalo menurut saya sih, dari observasi itu yang paling apes, yaa mio soul itu,trus yang paling tangguh …. si vega… kalo menurut kalian…?

seru banget merconers semua, lumayan dah pengalaman berharga. silahkan bro saran, kritik dan tanggapanya…

Untuk Info Kopaja, bisa di search Via Facebook…

3 Responses to “Touring Jogja – Indramayu, Adu tangguh Satria 150, Vega R 110, dan Mio Soul 115”
  1. kamFREED09 May 23, 2010
  2. hadrianus rudi palmajaya July 8, 2011

Leave a Reply to hadrianus rudi palmajaya Cancel reply